Semburat merah muda menjalari pori-pori pipinya
Bukan, bukan, ini bukan hasil reaksi kimia yang dapat diulas dengan kuas
Natural
Perlahan semakin merah kentara
Dadanya naik turun mengikuti irama degupnya
Napasnya pendek-pendek
Malu bertemu pemiliki bilik di hati?
Atau akibat perut yang melonjak seiring pop-up deret huruf favorit di kaca lcd?
Oh, rona itu dihiasi bulir-bulir berkilauan dari pelupuk
Oh, sesekali diselingi sesengukan
Rona ini dari nyeri mengikis perasaan
Perih Perona Pipi
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Sunday, April 12, 2015
Tuesday, March 31, 2015
Nyanyian Borneo
Itu nyanyian paling indah
yang pernah telingaku cicipi
Desah alam yang mengalun
menggelitik koklea, merangsang hati
Nyanyian itu pertanda hari dibuka
Diiringi sorot mentari yang jatuh
menembus kanopi-kanopi hijau
Legam mata orangutan
Bening embun yang menempel
pada barisan fungi
serta sekelibat warna membelah langit di atas
Jangan tanya apa yang terjadi setelah parade semburat jingga
Gemericik sungai masih berisik
Hitam datang, kelam mengukung
Kelambu? Bukan itu kanvas
Tarian kunang-kunang kuning berkilauan
semarak tapi temaram
Bersama menghias lukisan Gugus Bintang
Menemani Bulan yang sendirian
diatas Hutan Hujan
Subscribe to:
Posts (Atom)