Sunday, March 30, 2014

So what is there to realize?

Peonies bloom on peony trees.
A cat doesn’t become a chicken.
Tulips are tulips, not roses.
Why can’t we realize this true fact?
That to be me is great.
I don’t have to be anyone but me.
I am blooming as I am in my life, just as a peony blooms on a peony tree.
Further, a beautiful peony flower does not worry about when it will wilt and fall to the ground.
It does not compete with the flower next to it;
rather it blooms with its whole self.


-- Sensei Ogui from "Zen Shin Talks"

Friday, February 28, 2014

Imperfect is beauty

I think perfection is ugly. Somewhere in the things human make, I want to see scars, failure, disorder, disortion. - Yohji Yamamoto

Saturday, February 15, 2014

Shattered Glass

Like a life or relationship, you don't need something entertaining, you just need the real one. Not Fabricated. Great movies, based on true story.

Monday, February 3, 2014

19th on 19th

Saya merasa bersyukur, sangat bersyukur menginjak usia kesembilan belas ini. Banyak hal yang terjadi dalam hidup saya dan saya belajar dari setiap momen yang bergulir. Baru saya sadari kehidupan ini sungguh singkat. Rasanya baru kemarin saya mengenakan seragam merah putih dan menangis malu karena terlambat. Rasanya baru kemarin saya mengenakan seragam biru putih berlari mengelilingi sekolah karena terlambat beberapa menit. Rasanya baru kemarin saya mengenakan seragam abu-abu putih dan tidak tahu malu masuk lewat gerbang samping karena terlambat satu jam.

Baik, buruk, hitam, putih, dan abu-abu adalah bagian dari setiap momen yang berlangsung. Masih banyak hal yang ingin saya raih. Dunia juga sepertinya berlari, sementara saya masih berusaha mengatur napas sambil terus mengejar, mencari ritme agar bisa mengimbanginya. Beberapa hal penting yang menjadi refleksi saya di usia 19 ini adalah saya menyadari bahwa hidup itu terlalu singkat untuk tidak di jalani sesuai passion. Saya belajar untuk mencari apa sebenarnya passion saya diri saya. Buku, teman, dan perjalanan membawa saya kepada pemahaman-pemahaman baru. Hingga akhirnya saya merasa saya sudah di jalan yang tepat. Allah sudah memberikan saya jalan yang tepat, hanya saja baru saya sadari. Kadang mungkin masih terasa lahan lain tampak lebih hijau. Tetapi sama seperti memilih pasangan, jika kita sudah memilih kemudian ada yang lain yang dirasa lebih, itu hanya sepertinya saja karena segala sesuatu pasti ada kekuranganya (kecuali Allah). Jadi sudahlah setia saja pada jalanya masing-masing haha.

Pemahaman yang kedua adalah keadaan tidak pernah salah. Saya selama ini seringkali menyalahkan keadaan. Sangat sering. Padahal saat saya introspeksi lagi pilihan sayalah yang terkadang salah. Saya cenderung untuk tidak memilih karena takut salah. Sehingga saya terjebak dan kebingungan. Sekarang saya menyadari memilih adalah jalan hidup yang berani. Apapun konsekuensinya adalah bonus kehidupan. Saya semakin yakin Allah selalu memberi yang terbaik. Saya malu ada saat-saat dimana saya meragukan itu ada saat-saat dimana saya menyepelekan-Nya.

Pemahaman yang ketiga adalah Less is More. Inilah “mantra” yang saya pikir cukup kuat menggantung di kepala saya. Saya harap setiap ada hambatan di depan saya ingat mantra ini. Keterbatasan itu membuat kita lebih baik dan merasa cukup. Kadang tidak mudah memang menjalankan mantra ini tetapi jika kita melapangkan dada, mengingat mantra ini dan Allah maka semua akan terasa cukup dan apapun bisa di lalui.


Saya harap di usia kesembilan belas saya bisa lebih mencintai dan menghargai keluarga dan juga teman-teman yang selama ini selalu ada dan peduli. Saya harus menguatkan diri saya menjalani apapun untuk meraih target and purpose in life. Godaan pasti ada di jalan tetapi saya harap saya cukup dewasa untuk tahu mana yang lebih baik untuk hidup saya. Akhir kata saya ingin berkata untuk Hana Rakhma Arimbi “Selamat menginjak usia ke-19, Hana Rakhma Arimbi. Masa lalu adalah pelajaran termahal. Sedangkan masa depan adalah peer yang harus kamu kerjakan. Hingga nantinya saat kamu bertemu Sang Khalik kamu bisa menunjukkan buku peermu dengan senyum. Entah berapa halaman lagi buku peermu ini. Entah soal apalagi yang ada di halaman selanjutnya. Apakah mudah atau susah? Hanya yang menciptakanlah yang mengetahui. Aku harap kamu tekun menyelesaikan tiap soal. Ada kalanya soal itu menjebak, menyenangkan, ataupun membuatmu hampir gila menyelesaikanya. Akan tetapi buku peermu ini didesain khusus untukmu. Hanya kamu yang bisa menyelesaikannya. Jadi tetap semangat Hana! Isi buku peermu semaksimal mungkin. Kamu memang tidak mungkin menyelesaikan semua soal, tetapi jika kamu berusaha semaksimal mungkin, tidak ada yang sia-sia. Aku sayang kamu, maaf selama ini suka makan indomie dan jajan sembarangan bahkan melukai jiwamu dengan tidak jujur terhadap diri sendiri. Selamat membuka halaman selanjutnya, Han!”

Thursday, December 19, 2013

Hari Jumat Bersama Rangga dan Cinta

Dua minggu ini adalah minggu UAS. Lima mata kuliah sudah kulalui. Tinggal dua lagi kawan, selasa depan dan jumat depan. Sebelum itu, nikmati saja hadiah liburan kecil ini hahaha.

Cinta, tajuk yang tak akan lekang oleh waktu. Saya suka sekali film garapan Rudi Sujarwo ini, Ada Apa Dengan Cinta. Film yang saya rasa briliant di masanya. Jujur Pranoto juga menerjemahkan cerita dalam script dengan sangat indah. Didukung puisi oleh Rako Prijanto yang klasik.

Tentang Seseorang

Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci


Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar
Bosan Aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika Ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?
enyah saja kau pekat
seperti berjelaga jika kusendiri
bosan aku dengan penat


Aku Ingin Bersama Selamanya

Ketika tunas ini tumbuh,
serupa tubuh yang mengakar.
Setiap nafas yang terhembus adalah kata.
Angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah berpautan.
Tangan kita terikat… Lidah kita menyatu…
Maka setiap apa yang terucap adalah sabda pendita ratu.
Hahhh... Di luar itu pasir… Di luar itu debu…
Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada.
Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu.
Jiwa ini tandu… Maka duduk saja…
Maka akan kita bawa ... Semua…
Karena kita adalah satu.

Ada Apa Dengan Cinta?

perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karna cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu
seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan

ada apa dengannya
meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa

ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin kamu,itu saja.

Saturday, December 7, 2013

Terimakasih telah menjadi seseorang dalam hidupku, anak nakal.

First Time becerita tentang seorang gadis bernama Song Shiadqo (Kalo ga salah hehe) yang mengidap penyakit keturunan kelainan saluran pernafasan. Saya pikir ini akan menjadi cerita standar seberti banyak cerita setipe lainya. Akan tetapi ternyata saya salah. Cerita ini terbagi menjadi 2 sudut pandang. Layaknya kaset perekam yang selalu Song Shiadqo gunakan untuk membantu ingatanya yang menurun akibat obat.
Side A adalah penuturan kisah pertemuan Song Shiadqo dan Gong Nim. Saya merasa heran, film ini alurnya cepat sekali, sepertinya ceritanya tidak akan standar gadis-sakit-bertemu-pangeran-idaman. Ternyata, Side B lah jawaban atas semuanya. Di side B adalah penuturan menurut sudut pandang Gong Nim yang ternyata bernama asli Lv Xia. Ia awalnya hanya dibayar oleh ibu Song Shiadqo untuk berpura-pura menjadi Gong Nim, teman sekelas Song Shiadqo saat SMA yang ia taksir. Awalnya Lv Xia memainkan peranya sembarangan tapi perlahan ia menyadari bahwa scenario terburuk akan terjadi, yaitu ia jatuh hati pada Song Shiadqo. Kemudian Lv Xia tetap bersikukuh untuk mewujudkan impian Song Shiadqo yaitu tampil di ats panggung pertunjukan balet. Balet dan berlari adalah dua hal yang menjadi impian Song Shiadqo yang dilarang oleh ibunya akibat penyakit yang ia derita. Lv Xia mewujudkan kedua impian tersebut. Ia membuat Song Shiadqo merasakan angin saat berlari  dengan menggendongnya sambil berlari menyusuri jalan di sekitar kota. Ia juga mewujudkan impian kecil Song Shiadqo melihat salju dengan kejutan kecil salju buatan. Lv Xia juga merelakan gitar yang selama ini ia rawat demi Weng Pei merelakan posisinya dalam tarian untuk Song Shiadqo.
Seusai pertunjukan Song Shiadqo pergi meninggalkan dunia secara bahagia dan sempurna. Ia telah mewujudkan impianya. Saya pikir cerita akan berakhir standar. Akan tetapi saya keliru untuk kedua kalinya. Song Shiadqo telah mengetahui bahwa Lv Xia bukanlah Gong Nim. Ia juga tahu bahwa ibunya mengatur scenario ini. Akan tetapi persaan itu nyata dan tulus. Song Shiadqo juga tahu permasalahan ayah Lv Xia yang terjebak dalam memori kehilangan istrinya. Song Shiadqo membantu ayah Lv Xia berdamai dengan  kenyataan, dan membantu Lv Xia berdamai dengan ayahnya. Song Shiadqo juga telah menyiapkan rancangan perjalanan untuk ibunya guna menghibur diri setelah kepergianya.
Film First Time menyajikan sudut pandang lain tentang kasus seperti ini. Song Shiadqo yang menderita penyakitlah yang memberikan begitu banyak hal kepada orang-orang di sekitarnya. Penuturan cerita dikemas secara unik dan menarik. Juga untuk cinematography sangat bagus. Graphic Design yang mendukung film ini juga menambah kesan light and happy dalam film ini. Saran saya bagi yang ingin menonton film ini, tontonlah dari awal hingga akhir setelah credit. Karena film ini menyimpan kejutan-kejutan disetiap scene-nya hingga akhir credit.



Title : First Time (China)
Directed by : Han Yan

Year : 2012

Saturday, October 19, 2013

Pesawat Indonesia

Siapa yang tidak tahu Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie? BJ Habibie atau Pak Habibie merupakan mantan presiden Indonesia yang juga merupakan engineer handal kebanggaan negeri ini. Beliau berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya untuk menerbangkan pesawat pertama buatan anak bangsa. Pesawat yang tiap lempenengny dihitung dan dirakit oleh putra-putra terbangbaik bangsa. Dan akhirnya beliau berhasil membuat mimpinya benar-benar terbang di langit pertiwi. Pesawat buatan Indonesia akhirnya terbang. Apa yang membuat beliau bekerja keras mewujudkan impianya disaat banyak orang yang mencemooh dan tidak percaya? Jawabanya sederhana, karena beliau mempercayai impianya. Beliau meluk erat impianya. Seperti Pak Habibie dengan pesawatnya, Seperti Ikal dengan kuliah di Sorbonne-nya, Seperti setiap anak yang bersekolah. Seharusnya semua memeluk erat impian masing-masing, hingga pada waktunya Tuhan mengambilnya dari pelukan dan mewujudkanya.
Menurut saya yang terpenting dari pelatihan untuk guru/pengajar di tempat-tempat terluar, terdepan, dan tertinggal di Indonesia adalah memupuk dan menjaga impian anak-anak. Jika anak-anak memeluk erat impian mereka, mimpi itu akan menjadi dinamo yang menggerakkan turbin kehidupan mereka, memacu mereka untuk melaju ke masa depan yang lebih baik. Para pengajar membantu mereka membentuk kerangka impian mereka kemudian menjaga agar kerangka tersebut cukup kuat sehingga nantinya kerangka impian tersebut dapat disusun, di lengkapi tiap bagianya oleh sang anak, hingga akhirnya mimpi tersebut terwujud.
Hambatan yang kerap kita dengar dari wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal adalah kurangnya sarana-prasarana yang memadai. Akan tetapi jika mimpi itu sudah berputar kencang dalam diri sang anak, hambatan jarak, kurangnya buku dan informasi bukan penghalang untuk mewujudkan cita-citanya. Jika kemiskinan, keterpencilan, menjauhkan mereka dengan kehidupan yang layak, maka apa yang dapat mereka miliki selain cita-cita dan impian.
Menjaga impian anak ini berarti memotivasi sang anak tiap hari bahwa mereka mampu dan berhak atas impian mereka. Bahwa mereka harus bergerak mengejar impian mereka walaupun dengan keterbatasan yang ada. Mereka harus keluar untuk melihat dunia diluar sudut kecil wilayah mereka. Mereka tidak boleh menyerah pada keadaan. Menceritakan orang-orang besar dengan segala keterbatasanya bisa meraih impian mereka bisa menjadi jalan untuk memupuk impian sang anak. Cerita tersebut juga meyakinkan sang anak bahwa segala sesuatu itu mungkin. Menampilkan atau memperlihatkan foto-foto atau benda-benda dari daerah lain atau belahan dunia yang lain juga dapat menjadi cambuk inspirasi bagi sang anak.
Motivasi adalah kunci utama yang harus diberikan para pengajar. Karena motivasi tersebut menjaga agar dinamo impian mereka tetap berputar. Mimpi-mimpi akan menggerakkan tangan, kaki, dan pikiran mereka untuk berbuat lebih demi menggapai impian mereka. Agar nantinya kerangka impian mereka yang lengkap dapat membentuk suatu kesatuan yaitu mimpi yang terealisasi. Mimpi yang mampu mengharumkan nama para anak didik, keluarganya, dan Indonesia. Impian yang terwujud demi Indonesia, seperti sebuah pesawat yang utuh yang membawa Indonesia.