January. Fresh Start. Holiday. When you can have glass of milk and pillow chocolate for bfast. When you can have coffee latte anytime anywhere. When you can have lunch with your friends. Atau sesimpel melahap bakwan jagung dan teh anget sembari satu sesi kisah bersama Akung.
I don't want to jot down my bucket list, but I promise to myself that 2015 means : More Outdoors, More Books, More Writings, Healthy (Olahraga & Kurangin Indomie for sure), Shalat ga bolong & ibadah yang lebih bener.
2014 was ah-ma-zing, with the upside down. I want to jot down so i could recall what 2014 was:
Januari : Awal tahun liburan keluarga ke Bali. Liburan kali ini naik kereta ke Balinya superb superb. Sayang belom dapet Ubud dan Gunung Agungnya. Maybe next time. 3D Museum ngerayain ultah Firman. Randomly ke Solo cuma buat nyobain pizza sama keke setelah ke BirdPark.
Februari : Operasi. Ke Magelang. Ke Borobudur dan Klenteng. Ah aku selalu suka ke candi dan museum.
Maret : Japan Fair with Cendi.Creative Writing held. Nonton GIE for very first time.
April : Diksar Humus FEUI yay! JD 2014 yay! Oprec Agenda UI for staff yay! Pleno pertama Agenda UI 2015 yay!
Mei : European Film Festival. Proker hublu tiap sabtu yang ada aja haha. Timbil ke Lembang yayyyy! Dapet gratisan nonton gt dr liputan 6 trus ketemu reza alqadri. 24-25 Mei : Gunung Gede with Economicans yaaay!
Juni - Juli : Mulai sibuk Agenda UI 2015. Final Exam. Ramadhan. Idul Fitri
Agustus : ARGOPURO & Surabaya. Super bangetlah perjalanan Argopuro. Meskipun trek bebatuan baderan yang laknat tapi pen kesana lagi. Nanti, suatu saat kalo dikasih kesempatan :) German Cinema.
September : Oprec Personal Seller Agenda. Donor darah for the first time! Asian Popcon at Smesco. Fikri's Birthday. Bella's Birthday.
Oktober : DESIGN POCKET KELAR. Hahaha cape bt nyatronin nak design ke ft mulu. Bisnis kecil cetak ebook. Taman Sastra BOE. Pameran di Galnas. UTS. Kenny & Wede Birthday
November : Pulau Harapan with Kanopians. Bandung with Hublu. Roadshow Agenda. PASAR SENI ITB. Docdays FEUI. Dinda's Birthday.
Desember : Agenda EXE. Survival&P3K. Magang at Pendawa Consultama. UAS. Nonton GPMB.
Luar biasa yah! Semoga 2015 lebih luar biasa!
Friday, January 9, 2015
Saturday, January 3, 2015
Pier, Annelis, Ninoshka.
Halo Pier,
Surat ini kutulis menjelang kepulanganku ke Negeri Putin.
Isi surat ini hanya ingin meluruskan benang kusut yang berjela, bersisian dengan nefron otakku. Membuatku mudah hilang fokus, membuatmu muncul dengan apa saja yang kulakukan.
Mungkin kamu sudah tidak heran lagi melihat aku yang tak mampu menyembunyikan simpul bahagia tiap bersamamu. Mungkin kau tidak heran lagi melihat aku yang selalu kikuk, menata sikap, merenda percakapan denganmu. Semua itu terjadi karena aku terenggut olehmu. Bukan oleh tinggi tegapmu Pier, bukan bukan itu. Bukan juga ikal rambutmu yang jatuh, seakan menggoda jemari menyentuhnya, bukan bukan itu. Bukan juga oleh tawa renyahmu yang menggema.
Akan tetapi semua terenggut oleh sesuatu yang ada di bawah kulitmu, tersembunyi dibalik tulang, diselimuti otot-otot. Aku terenggut oleh caramu bermain dengan anak kecil. Caramu bercengkrama dengan kakek-nenek. Caramu berdiskusi dengan rekan-rekanmu yang lain. Caramu membelai lembut kuda-kuda milik Paul. Terutama aku terenggut pada dirimu yang seperti tidak memiliki Ego. Aku jatuh. Bukan, Aku bukan jatuh melainkan terjun bebas. Tanpa tahu apa yang ada di bawah.
Ternyata realita menghantamku di bawah. Aku jatuh pada pualam yang licin. Annelis disismu menghantuiku. Setiap bahagiaku melihatmu, setiap tawaku karena celotehanmu, setiap aku menemukan diriku memikirkanmu, aku dibayangi Annelis. Pier dan Annelis. Annelis dan Pier. Siapa pun di Wiltshire ini mengenal kalian berdua, pasangan itu, Pier dan Annelis.
Akan tetapi yang mendorongku menulis surat ini bukanlah hati yang ingin memiliki. Bukan, bukan, apalah Ninoshka ini dibanding Annelis. Aku hanya ingin mendengar dari sisimu. Karena setiap hal pasti memiliki sisi yang lain. Karena setiap cerita memiliki berbagai sudut pandang. Karena yang tersembunyi di balik tempurung tengkorak manusia itu lebih rumit dari rumus kimia yang diajarkan Mr. Zach. Lebih tersembunyi dari doa yang dipanjatkan. Tidak dapat diprediksi seperti kapan Antelope akan berbelok. Maka aku ingin mendengar cerita ini versi-mu, Pier.
Salam Hangat,
Ninoshka.
Wednesday, December 24, 2014
Look, Draw, Write, and Speak of it
Beberapa tahun ini mengajarkanku tentang cinta dalam kebencian, tentang sayang dalam sakit hati, dalam kebersamaan dalam perpisahan. Beberapa tahun belakangan ini juga mengajarkanku mengenai keingintahuan, mengenal diri, mencari hal yang dapat membuat bangun di pagi hari dan merasa "Hal baik apa yang bisa kulakukan hari ini?"
Aku salah, melakukan kesalahan, refleksi diri, terjembab lagi, relfeksi diri lagi. Bukan aku tidak sedewasa itu, belum aku belum sebijak itu pula. Aku terus melihat, merasakan. Aku terus hidup dan merenungi kehidupan.
Berani memulai hal baru itu susah kata orang, tetapi menurut saya ada yang lebih menuntut keberanian, yaitu menyelesaikan hal yang sudah dimulai. Kamu bisa saja mulai menyenangi hal baru. Semudah anak kecil menyukai mainan baru, semudah memulai cinta yang baru, semudah jatuh cinta pada perjalanan baru. Akan tetapi menyelesaikan semua itu butuh keberanian yang lebih besar. Terkadang keberanian tidak cukup tapi perlu tambahan rasa ikhlas dan sabar. Seperti menyelesaikan susunan puzzle atau menyamakan warna sisi rubik. Seperti bertahan dalam suatu hubungan atau mengahirinya. Seperti menyelesaikan perjalanan dan kembali pulang.
Teruntuk jiwa-jiwa yang sedang baru memulai atau sudah berada di tengah, teruslah melangkah, beranilah menyelesaikanya!
Aku salah, melakukan kesalahan, refleksi diri, terjembab lagi, relfeksi diri lagi. Bukan aku tidak sedewasa itu, belum aku belum sebijak itu pula. Aku terus melihat, merasakan. Aku terus hidup dan merenungi kehidupan.
Berani memulai hal baru itu susah kata orang, tetapi menurut saya ada yang lebih menuntut keberanian, yaitu menyelesaikan hal yang sudah dimulai. Kamu bisa saja mulai menyenangi hal baru. Semudah anak kecil menyukai mainan baru, semudah memulai cinta yang baru, semudah jatuh cinta pada perjalanan baru. Akan tetapi menyelesaikan semua itu butuh keberanian yang lebih besar. Terkadang keberanian tidak cukup tapi perlu tambahan rasa ikhlas dan sabar. Seperti menyelesaikan susunan puzzle atau menyamakan warna sisi rubik. Seperti bertahan dalam suatu hubungan atau mengahirinya. Seperti menyelesaikan perjalanan dan kembali pulang.
Teruntuk jiwa-jiwa yang sedang baru memulai atau sudah berada di tengah, teruslah melangkah, beranilah menyelesaikanya!
Sunday, November 9, 2014
Pasangan yang Pas
Menurut saya pasangan yang pas itu seperti Hujan dan Bandung, seperti Senja dan Yogyakarta, seperti Jakarta dan Citylightsnya. Bukan tentang seimbang atau saling, tetapi kecocokan. Seperti enzim dan substartnya, seperti sperma dan ovum, seperti reaksi fusi. Itulah mengapa pasangan yang terlibat kasus KDRT tidak bercerai, itulah mengapa kebiasaan buruk kadang sulit ditanggalkan. Karena masih terasa pas.
Belakangan saya gemar membaca postingan @humansofny di instagram. Suatu waktu seorang wanita berkata bahwa ia mungkin tidak akan menemukan "the one". Bahwa suaminya memang mungkin bukan "the one". Bahwa mungkin suaminya berpendapat yang sama tentangnya. Mereka tidak bahagia? Belum tentu.
Lain lagi perempuan lain berkisah bagaimana ia menemukan "the one" yang menjadi suaminya. Ia menikah di usia 40an. Ia telah melalui fase jatuh cinta-patah hati-jatuh cinta-patah hati. Siklus tersebut membuat ia lelah untuk mencari. Ia berhenti pergi ke club. Berhenti mengikuti blind date. Ia memilih menikmati hidupnya dengan bergabung dengan komunitas olahraga. Suatu hari ia sedang jogging rutin bersama temanya. Seorang laki-laki hendak memarkirkan sepedanya. Ia mengenakan kaos donasi darah ber-caption "Are you my type?". Teman perempuan tersebut berkata " Kamu pasti tidak akan berani menyambangi laki-laki tersebut". Kemudian perempuan tersebut mendatangi laki-laki dan berkata "Yes, I am". Kemudian laki-laki tersebut menjadi suaminya sekarang.
Saya sendiri melihat bahwa kasus yang pertama bukan kesalahan perempuan maupun laki-laki. Pasangan yang bersama belum tentu ternyata terasa pas. Pasangan yang berpisah mungkin mengejar rasa pas yang tidak didapatkan di partnernya. Akan tetapi lebih baik jika belum menemukan yang pas jangan mengikat dalam janji suci, upacara sakral Pernikahan.
Perceraian, terlebih jika telah memiliki anak, akan berdampak juga ke Anak. Perasaan takut, benci, dan muak pasti pernah dirasakan. Perasaan "jahat" ini jika membekas akan terus terbawa dalam hidup sang Anak. Menerima kondisi tersebut juga butuh proses dari sang Anak. Orang Tua adalah panutan pertama dan utama dari Anak. Jika Anak dikecewakan oleh Orang Tua kemanakah ia harus berpegang?
Tidak sedikit anak-anak broken home mengambil jalan yang salah. Akan tetapi jika belajar menerima dan mencoba memahami, perceraian bukan dosa dan juga bukan kesalahan. Perceraian hanya jalan keluar dari proses pencarian yang pas disaat yang sudah tidak tepat.
Maka teruslah mencari kecocokan tersebut. Sebelum berikrar, pastikan sudah pas!
Saturday, September 13, 2014
le vent se lève . il faut tenter de vivre
The wind is rising. We must attempt to live. (Paul Valery on Charmes. Le Cimetière Marin . 1922)
This post will sum up all things happen recently. Lot of things happen during this short time after holiday.
Argopuro. Spent 5 days there also 2 days in Surabaya. Tons of stories from this Journey. We took a different path from the others. We started from Bremi and then ended at Baderan. There was laughter, struggle, cold, laughter again, stories, struggle again, and most of all friendship. There is a quote to sum up the journey. "If you wanna go fast, go alone. If you wanna go far, go together."
At the end of the holiday there was meeting and meeting again for Agenda also Raker BOE. I lost my phone before Raker BOE. I should fix this bad habit. Pay more attention, be organized, put important thing on bag since i easily forget something.
After school started my life turning with full-speed contains of meeting, attend class, doing assignments, lunch with friends, din with friends, go out sometimes with friends, and my new routine is going to pramuka, east jakarta. Haha almost every weekend i went there for Agenda. I am exhausted, but its fun to gain a new knowledge. I'm also being more interesting on my academic path, since i found my future-path. I want to grab and stick to it until its done. There is also a quote to sum up those things. "Its always seems impossible until its done."
Last, i just give some movie recommendation (as if there are reader of this blog). First is "sein letztes rennen" i watched it at German Cinema 2014. And the second one is The Wind Rises by Studio Ghibli
This post will sum up all things happen recently. Lot of things happen during this short time after holiday.
Argopuro. Spent 5 days there also 2 days in Surabaya. Tons of stories from this Journey. We took a different path from the others. We started from Bremi and then ended at Baderan. There was laughter, struggle, cold, laughter again, stories, struggle again, and most of all friendship. There is a quote to sum up the journey. "If you wanna go fast, go alone. If you wanna go far, go together."
At the end of the holiday there was meeting and meeting again for Agenda also Raker BOE. I lost my phone before Raker BOE. I should fix this bad habit. Pay more attention, be organized, put important thing on bag since i easily forget something.
After school started my life turning with full-speed contains of meeting, attend class, doing assignments, lunch with friends, din with friends, go out sometimes with friends, and my new routine is going to pramuka, east jakarta. Haha almost every weekend i went there for Agenda. I am exhausted, but its fun to gain a new knowledge. I'm also being more interesting on my academic path, since i found my future-path. I want to grab and stick to it until its done. There is also a quote to sum up those things. "Its always seems impossible until its done."
Last, i just give some movie recommendation (as if there are reader of this blog). First is "sein letztes rennen" i watched it at German Cinema 2014. And the second one is The Wind Rises by Studio Ghibli
![]() |
| Paul Averhoff |
![]() |
| we're like wind and the sea |
![]() |
| passion, determination, and love |
![]() |
| The Wind Rises. 2014 |
Thursday, August 7, 2014
Sunday, August 3, 2014
Lebaran & Liburan
Happy Eid Mubarak!
Lebaran dan Liburan memberikan banyak waktu untuk contemplate and start new thing. Start new habit, new adventure, new perspective. Lot things to do this holiday, lot things happen during this holiday. Bad things and Good things. Take a lesson from the bad one and share happiness from the good one. Biggest lesson from what I've been through is expect less and never assume, just talk and ask, never be bothered to ask those question to yourself, you might ended up regretting it later. Expect Less help you to not put your happiness to a person or thing, because you might ended up disappointed. Expect less and just pray, that's better.
By the way yesterday I bought a sketchbook and also this book titled "Teknik Gambar Sketsa Arsitektur" by F.X. Budiwidodo Pangarso. Its amazing book and fun! I just have finished the first chapter but i had lot of new knowledge. So happy!
About a week from now I'll be on trip to Argopuro. Weary? yes. Because it took a week and i never been in expedition more than 4 days. Hopefully everything goes smoothly and we can go home safe and sound.
I am truly a nerd hahaha look how i spent my holiday, just reading more and more, watching movies, cooked at home (sometimes with friends), take care of my grandfather, play around with my cousins, catch up with friends and sometimes go to new places. But i love it, being far from home make me realized there are no usual things. Feel it and happiness can come from the simplest thing. Here is some recommendation for books and movies :
Judul : Mata yang Enak Dipandan
Penulis : Ahmad Tohari
Buku ini kumpulan cerpen Ahmad Tohari yang dimuat di surat kabar.
Ceritanya sangat menyentuh dan reflektif.
Nice Cover Indeed ;)
Dwilogi Saman & Larung
Penulis : Ayu Utami
Seperti saya jatuh cinta pada Parang Jati dengan petualanganya di Bilangan Fu, Manjali dan Cakrabirawa, Lalita, dan Maya. Saya jatuh hati pada Larung dalam Perjalanan Saman-Larung. Saman-Larung sudah terbit jauh sebelum Serial Bilangan Fu dan sudah di terjemahkan ke dalam bahasa belanda. Berikut adalah cover yang baru dwilogi Saman-Larung. Seperti novel yang lain, karya Ayu Utami selalu cerdas, lugas, dan sensual. Saya selalu suka karya beliau.
![]() |
| Julie and Julia Based on Two True Stories Inspired me to cook during holiday |
![]() |
| Gravity Great Sci-Fi movie, Great Plot, Great Special Effect! plus Sandra Bullock is one of my favorite actress. |
![]() |
| Parent Trap Favorite Movie All The Time! I never get bored, even I've seen it over 10 times haha |
Subscribe to:
Posts (Atom)













